Portalbhayangkara,web,id
MANADO _ Kepolisian Daerah Sulawesi Utara mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem yang belakangan ini melanda sejumlah wilayah di Sulut. Imbauan tersebut disampaikan Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie sebagai langkah antisipasi demi keselamatan bersama.

Kapolda menegaskan, masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta mematuhi arahan aparat di lapangan. Warga juga diingatkan agar mengutamakan keselamatan dan menghindari aktivitas yang berisiko saat kondisi cuaca memburuk, terutama di luar rumah.

Menurut Kapolda, perhatian khusus perlu diberikan bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah rawan bencana, seperti daerah yang berpotensi banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta kawasan pesisir dengan risiko gelombang tinggi. Kehati-hatian dinilai penting guna mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian materiil,
Dalam rangka menghadapi kondisi tersebut, Polda Sulawesi Utara telah menginstruksikan seluruh jajaran di wilayah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif. Upaya ini bertujuan memastikan keamanan, keselamatan, dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal selama cuaca ekstrem berlangsung.

Kapolda juga mengingatkan bahwa Sulawesi Utara memiliki kondisi geografis dan topografi yang beragam, mulai dari wilayah pegunungan hingga lautan lepas, sehingga rentan terhadap berbagai jenis bencana alam. Oleh karena itu, kesiapan aparat dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan dampak bencana.

Sebagai bentuk komitmen, Polda Sulut sebelumnya telah menggelar apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam pada akhir Oktober 2025 lalu. Kegiatan tersebut menegaskan peran Kepolisian sebagai bagian dari kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya dalam melindungi keselamatan jiwa, harta benda, serta lingkungan apabila terjadi bencana alam. {Pimred}