BITUNG | PORTAL BHAYANGKARA - Polres Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung terus mendorong terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di tengah masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mempertemukan para pemuda dari wilayah Empang dan Sarikelapa dalam kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat kembali hubungan persaudaraan pasca terjadinya perkelahian antar kelompok.
Kegiatan tersebut digelar pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 17.30 WITA di halaman Masjid Al-Amin Sarikelapa, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa. Pertemuan ini menjadi ruang dialog sekaligus ajang memperkuat kembali nilai kebersamaan di kalangan generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, jajaran Polres Bitung, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta sekitar 30 pemuda dari wilayah Empang dan Sarikelapa.
Kapolres Bitung AKBP Albert Zai dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan humanis kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membina generasi muda agar tidak terjerumus dalam konflik sosial.
Menurutnya, para pemuda memiliki peran penting dalam menjaga masa depan daerah. Karena itu, ia mengajak mereka untuk menjauhi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, serta lebih fokus pada kegiatan yang bersifat positif dan produktif.
“Anak-anak muda adalah generasi penerus Kota Bitung. Kami berharap kalian dapat menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan menghindari konflik yang dapat merusak masa depan,” ujar Kapolres.
Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian kepada generasi muda, termasuk melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah agar dapat memperoleh pembinaan dan dukungan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kota Bitung.
“Torang samua basudara. Mari jaga kebersamaan ini agar Kota Bitung tetap aman, damai, dan menjadi kota yang membanggakan bagi kita semua,” katanya.
Sementara itu, Panglima Adat Nusa Utara Kota Bitung, Mario Mamuntu, mengingatkan para pemuda agar tidak terjebak dalam permusuhan yang tidak memberikan manfaat. Ia mendorong generasi muda untuk menyalurkan energi dan bakat mereka melalui kegiatan yang lebih konstruktif seperti olahraga dan latihan bela diri.
Menurutnya, kegiatan positif dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk membangun karakter serta mempererat hubungan persaudaraan.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan pada Rabu, 11 Maret 2026 di Masjid Al Falah Empang sebagai langkah awal mempertemukan para pemuda dari kedua wilayah tersebut.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama menjelang waktu berbuka puasa dan dilanjutkan dengan makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Momen tersebut menjadi simbol kuat bahwa dialog dan kebersamaan dapat menjadi jalan untuk membangun kembali hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
Seluruh kegiatan berlangsung hingga pukul 18.50 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan antara para pemuda di wilayah Empang dan Sarikelapa.
Sof