MANADO | PORTAL BHAYANGKARA - Momentum perayaan Paskah 2026 yang bertepatan dengan libur panjang menjadi perhatian serius Kepolisian Daerah Sulawesi Utara. Untuk memastikan keamanan tetap terjaga, sebanyak 6.052 personel Polri disiagakan di berbagai wilayah strategis di Sulawesi Utara.
Langkah pengamanan ini tidak hanya difokuskan pada rumah ibadah, tetapi juga mencakup objek wisata, pusat keramaian, serta pengaturan arus lalu lintas yang diprediksi meningkat selama periode long weekend. Penyebaran personel dilakukan secara merata oleh seluruh jajaran Polres dan Polresta di bawah koordinasi wilayah masing-masing.
Menurut Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, strategi pengamanan ini dirancang untuk menjamin kenyamanan masyarakat, khususnya umat Kristiani yang menjalankan ibadah Paskah. Selain itu, potensi kepadatan kendaraan dan lonjakan aktivitas wisata juga menjadi fokus pengawasan aparat.
“Prioritas utama kami adalah memberikan rasa aman bagi masyarakat, baik yang beribadah maupun yang memanfaatkan libur panjang. Seluruh personel telah ditempatkan di titik-titik rawan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Pengamanan ini turut melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk TNI, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat. Kolaborasi ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di daerah yang dikenal sebagai Bumi Nyiur Melambai.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Kepolisian menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama agar seluruh rangkaian ibadah dan aktivitas libur panjang dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif. Sof