MANADO | PORTAL BHAYANGKARA - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono memimpin acara Penandatanganan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Panitia, Peserta, serta Orang Tua/Wali dalam rangka Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri T.A. 2026 yang berlangsung di Aula Tri Brata Mapolda Sulut pada Selasa (31/3/2026).
Kegiatan ini merupakan komitmen Polda Sulut dalam mewujudkan proses seleksi yang bersih dan transparan. Dalam arahannya, Walapolda menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi akan memegang teguh prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta dilakukan secara Clean and Clear.
"Penandatanganan Pakta Integritas ini adalah bentuk keterbukaan Polri. Kami ingin memastikan tidak ada praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme dalam proses ini," tegas Wakapolda.
Berdasarkan data animo pendaftaran daring (online), tercatat sebanyak 1.705 peserta (1.405 pria dan 300 wanita) yang siap bersaing dalam seleksi tahun ini.
Rinciannya terdiri dari Taruna/i Akpol 101 peserta (88 pria, 13 wanita), Bintara Polri 1.537 peserta (1.250 pria, 287 wanita) dan Tamtama Polri 67 peserta pria.
Para peserta akan melewati serangkaian tes mulai dari pemeriksaan administrasi awal hingga sidang akhir kelulusan tingkat daerah. Khusus bagi calon Taruna/i Akpol yang terpilih, mereka akan melanjutkan seleksi ke tingkat pusat di Akpol Semarang.
Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono juga memberikan peringatan keras kepada para orang tua dan wali agar tidak mempercayai pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
"Jangan percaya janji-janji dari oknum yang mengaku bisa meluluskan putra-putri anda. Siapkan diri dengan sungguh-sungguh, jaga mental untuk siap lulus maupun tidak lulus, dan senantiasa berdoa," pesannya kepada para peserta.
Selain itu, Wakapolda menegaskan bahwa peserta yang mencoba menggunakan koneksi atau "sponsor" untuk menghubungi panitia atau pejabat berwenang akan langsung dikenakan sanksi diskualifikasi.
Acara ini turut dihadiri oleh Irwasda Polda Sulut, Karo SDM Polda Sulut, para Pejabat Utama Polda, panitia seleksi, serta pengawas internal dan eksternal, termasuk perwakilan dari Ombudsman dan media. Sof