Portalbhayangkara.web.id
SITARO – Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Sitaro, Senin (12/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung dampak bencana banjir bandang sekaligus memastikan kesiapan institusi Polri di wilayah tersebut.

Menggunakan Helikopter Bell 429/P-3202 milik Baharkam Polri, Kapolda Sulut yang didampingi Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas mendarat di Bandara Bung Karno Balirangeng, Kecamatan Siau Timur Selatan. Setibanya di lokasi, rombongan langsung menuju sejumlah titik terdampak bencana.

Selain meninjau kawasan permukiman yang terdampak banjir bandang, Kapolda juga mengecek kondisi Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro yang ikut terdampak bencana. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menegaskan pentingnya keselamatan personel dan keberlangsungan pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Kapolda Sulut juga secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak banjir bandang. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Gedung Perpustakaan Kabupaten Kepulauan Sitaro sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

Dalam keterangannya, Irjen Pol Roycke Harry Langie menyampaikan rasa duka cita mendalam atas korban bencana alam yang terjadi di wilayah Sitaro. Ia menegaskan bahwa TNI, Polri, dan pemerintah daerah terus berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat dalam situasi sulit.

“Saya memberikan apresiasi atas kekompakan Forkopimda bersama seluruh elemen masyarakat dalam penanganan bencana ini. Kolaborasi yang baik seperti ini harus terus dipertahankan. Negara wajib hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah,” ujar Kapolda.

Terkait kondisi Mako Polres Kepulauan Sitaro yang dinilai rawan, Kapolda mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima arahan langsung dari Kapolri melalui Asisten Utama Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran (Astama Rena) untuk melakukan relokasi markas ke lokasi yang lebih aman dan representatif.

“Kesimpulannya, Mako Polres Kepulauan Sitaro harus direlokasi karena berada di kawasan berisiko tinggi. Jika tetap digunakan, potensi bahayanya sangat besar,” tegas Kapolda.
Kunjungan kerja Kapolda Sulut tersebut disambut oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Sitaro, di antaranya Kapolres Kepulauan Sitaro, Bupati Kepulauan Sitaro, Dandim dan Danlanal Sangihe, serta Ketua Bhayangkari Cabang Kepulauan Sitaro. {RED}