Portalbhayangkara.web.id
SITARO – Upaya pemulihan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Sitaro pada 5 Januari 2026 terus digencarkan. Hingga Kamis sore, 8 Januari 2026, Polri bersama TNI, Pemerintah Daerah, BPBD, Basarnas, serta elemen masyarakat bahu-membahu melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi di sejumlah wilayah terdampak.

Sejumlah titik yang mengalami kerusakan parah kini menjadi fokus pembersihan, di antaranya Kelurahan Bahu Siau Timur, Kelurahan Paseng Siau Barat, Kampung Bumbiha dan Kampung Peling di Siau Barat, Kampung Laghaeng Siau Barat Selatan, hingga area Kantor Mapolres Kepulauan Sitaro. Proses pembersihan dilakukan menggunakan alat berat seperti ekskavator dan loader, serta peralatan manual dengan dukungan warga setempat.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, menyampaikan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya difokuskan pada pemulihan fisik, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan kesehatan masyarakat. Langkah ini dilakukan guna mempercepat kembalinya aktivitas warga serta mencegah munculnya penyakit pascabencana.

“Berbagai kegiatan telah kami laksanakan bersama tim gabungan, mulai dari pembersihan dan perbaikan lokasi terdampak, pencarian korban yang masih dinyatakan hilang, pendirian serta pengoperasian dapur umum, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” jelas AKBP Iwan Permadi.
Selain itu, tim gabungan juga melakukan pembukaan akses jalan yang sempat terputus dan terisolasi akibat banjir bandang. Pengamanan lokasi terdampak dan pos pengungsian turut diperketat, disertai pengaturan arus lalu lintas untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan logistik serta koordinasi lintas sektoral.

AKBP Iwan Permadi menegaskan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan hingga kondisi Kabupaten Kepulauan Sitaro benar-benar pulih dan kehidupan masyarakat kembali berjalan normal.

“Sinergi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam percepatan pemulihan pascabencana ini,” pungkasnya. {Pimred}