Portalbhayangkara.web.id
TALAUD | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/1/2026) malam. Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG mencatat gempa terjadi pada pukul 21.58.25 WIB dengan kedalaman 17 kilometer. Episentrum gempa berada pada koordinat 3,64 derajat Lintang Utara dan 126,98 derajat Bujur Timur, atau sekitar 52 kilometer tenggara Melonguane, Kepulauan Talaud.
Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Warga diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Menindaklanjuti peristiwa tersebut, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Talaud dan sekitarnya, agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi situasi pascagempa.
Kapolres menyampaikan bahwa jajaran Polres Kepulauan Talaud bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan patroli di sejumlah wilayah. Kepolisian juga memastikan kesiapsiagaan personel dalam rangka mengantisipasi dampak lanjutan dari aktivitas gempa bumi.
Selain itu, personel kepolisian di tingkat polres maupun polsek jajaran telah memberikan imbauan langsung kepada masyarakat serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan pendataan apabila ditemukan kerusakan atau korban. Masyarakat diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang jika terdampak, sembari bersama-sama berdoa agar terhindar dari bencana lanjutan. {Pimred}