BITUNG | PORTAL BHAYANGKARA - Pendekatan kolaboratif dan berbasis kepercayaan publik menjadi fondasi utama dalam mematangkan pengamanan Malam Takbiran 2026 di Kota Bitung. Melalui Rapat Koordinasi lintas sektor yang digelar di Aula Endra Dharmalaksana Polres Bitung, Kamis (19/3/2026), seluruh pemangku kepentingan menyatukan visi menghadirkan perayaan yang aman, tertib, dan inklusif bagi masyarakat.Forum strategis ini memperlihatkan bagaimana sinergi antara Pemerintah Kota Bitung, TNI-Polri, serta elemen masyarakat dibangun secara terstruktur dan berkelanjutan. Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pada penguatan nilai kebersamaan dan pengalaman sosial yang positif di ruang publik.
Kabag Ops Polres Bitung AKP Novi Sadia menegaskan bahwa pendekatan preemtif dan humanis menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas selama malam takbiran. Edukasi kepada masyarakat, khususnya peserta pawai, terus dioptimalkan agar seluruh aktivitas berjalan sesuai aturan dan tetap mengedepankan keselamatan.
“Sinergi adalah kunci. Pengamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi menjadi ekosistem bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi pemerintah, Asisten II Pemkot Bitung S.M.T Sondakh menjelaskan bahwa konsep perayaan tahun ini dirancang lebih partisipatif dan adaptif terhadap antusiasme masyarakat. Pawai kendaraan hias roda dua dan roda empat akan menjadi bagian dari ekspresi kebersamaan, dengan rute terintegrasi yang telah disiapkan untuk mendukung kelancaran arus.
Keterlibatan aktif berbagai instansi seperti Dinas Perhubungan, TNI, dan Satpol PP memperkuat orkestrasi pengamanan di lapangan. Setiap elemen menjalankan peran spesifik dalam memastikan mobilitas masyarakat tetap terkendali, aman, dan efisien.
Selain itu, mitigasi risiko menjadi perhatian penting dalam perencanaan tahun ini.
Penegakan aturan seperti larangan knalpot brong, pembatasan kendaraan tertentu, serta kewajiban penggunaan helm merupakan bagian dari upaya menciptakan standar keselamatan yang konsisten dan berkelanjutan.
Pendekatan berbasis komunitas juga diperkuat melalui kolaborasi dengan tokoh agama dan organisasi masyarakat. Langkah ini bertujuan menjaga harmoni sosial serta mencegah potensi gesekan, sehingga suasana malam takbiran tetap kondusif dan penuh makna.
Dengan strategi yang terintegrasi, kepemimpinan yang adaptif, serta kolaborasi lintas sektor yang solid, Kota Bitung menegaskan komitmennya menghadirkan Malam Takbiran 2026 sebagai momentum kebersamaan yang aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. Sof