Portalbhayangkara.web.id
JAKARTA — Proses seleksi penerimaan siswa Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara (KTB) tahun 2026 resmi memasuki tahapan Nusantara Standard Test (NST) atau Tes Potensi Akademik (TPA). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI) sebagai instrumen utama penjaringan talenta nasional berbasis potensi dan meritokrasi.

NST 2026 dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Gedung Badhawa STIK-PTIK, Jakarta, mulai pukul 08.30 WIB. Pelaksanaan tes dilakukan dengan sistem pengawasan digital berlapis, melibatkan 176 operator pengawas pusat dengan rasio satu proktor untuk 23 peserta, guna menjamin proses seleksi berlangsung objektif, transparan, dan akuntabel.

Antusiasme masyarakat terhadap SMA Kemala Taruna Bhayangkara terus meningkat. Pada seleksi Angkatan Kedua ini, jumlah pendaftar terverifikasi mencapai 14.582 peserta dari seluruh Indonesia, meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan seleksi tahun sebelumnya. Dari seluruh rangkaian seleksi nasional tersebut, kuota penerimaan ditetapkan sebanyak 180 siswa terbaik.

Pelaksanaan NST turut ditinjau langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid, serta Ketua Pembina YPKBI Dirgayuza Setiawan. Kehadiran lintas kementerian dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan dukungan negara terhadap penguatan pendidikan menengah unggulan.

Wakapolri menyampaikan bahwa NST dirancang untuk menilai kemampuan berpikir kritis, logika formal, dan daya nalar peserta secara objektif, tanpa dipengaruhi latar belakang sekolah maupun wilayah asal. Menurutnya, sistem seleksi ini menjadi fondasi penting bagi calon siswa yang akan menempuh kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB) Diploma.

Seleksi Angkatan Kedua SMA Kemala Taruna Bhayangkara merupakan kelanjutan dari proses serupa pada Angkatan Pertama yang berhasil menjaring 120 siswa terpilih dari lebih dari 11 ribu pendaftar secara nasional. Pengalaman tersebut menjadi dasar penyempurnaan sistem seleksi, baik dari aspek teknis pelaksanaan maupun penguatan instrumen penilaian berbasis potensi akademik.

Program SMA Kemala Taruna Bhayangkara sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Melalui kolaborasi Polri, YPKBI, dan berbagai pemangku kepentingan, sekolah ini diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, berdaya saing global, dan siap berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.  {Pimred}